Cinema Paradiso (1988) : Persahabatan Tidak Mengenal Usia

 

(Sutradara : Giuseppe Tornatore)
Star rating 5 of 5

Sinopsis

Setelah mendapatkan kabar dari sang ibu, bahwa ada seseorang yang dia kenal telah meninggal dunia. Toto (diperankan Jacques Perrin) kembali teringat akan masa lalunya ditanah kelahiran yang telah dia tinggalkan selama 30 tahun silam. Saat itu Toto kecil (diperankan Salvatore Cascio) sangat menggemari dunia film. Hari-harinya banyak dihabiskan disebuah bioskop bernama Paradiso. Ditempat itulah Toto sering meghabiskan waktu bersama seorang pemutar proyektor yang sudah cukup lama bernama Alfredo (diperankan Philippe Noiret). Meskipun Toto adalah anak yang terbilang sangat bandel, Alfredo tetap sabar menghadapi anak tersebut. Suatu ketika, terjadi insiden kebakaran di dalam bioskop. Kejadian ini mengakibatkan mata Alfredo buta karena terkena percikan api, untungnya Toto berhasil menyelamatkannya dari kobaran api tersebut. Mulai dari situlah persahabatan antara seorang anak kecil dan orang tua itu semakin erat, dan berkat semua yang telah diajarkan oleh Alfredo, akhirnya Toto berhasil menggantikan posisinya sebagai pemutar proyektor. Namun, kehidupan Toto tidak lah semulus layaknya sebuah film kesukaannya, dirinya banyak mengalami liku-liku hidup yang membuatnya harus memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahirannya selama puluhan tahun lamanya atas saran dari Alfredo.

Pelajaran Hidup :

30 menit pertama film ini dimulai, saya memang meprediksi akan menjadi film yang luar biasa. Akting yang menggemaskan, musik yang indah, jalan cerita yang sangat apik dan manis. Namun yang paling membuat saya terkesan adalah jalan cerita yang disampaikan mampu membawa kita masuk ke dalam film tersebut dan endingnya itu benar-benar sangat PECAH dan memukul sekali. Sedih? Iya. Tersentuh? Sangat tersentuh. Sungguh film yang sangat brilliant, meskipun film ini masuk kategori Dewasa, namun memiliki pesan moral yang sangat bagus. Film ini mengajarkan banyak hal di antaranya : kita bisa mengerti tentang sebuah kebaikan dan balas budi terhadap seseorang yang sudah berjasa buat kita (Seperti halnya Alfredo yang pernah diselamatkan oleh Toto saat kebakaran terjadi, Begitupun Toto yang sudah diajarkan banyak hal oleh Alfredo hingga menjadi orang mapan). Lalu dari film ini, kita bisa mengerti mengapa kita harus keluar dari zona nyaman, yakni agar kita bisa berkembang. Mungkin masih ingat adegan saat Alfredo yang sudah cukup tua namun tetap ikut serta mengikuti ujian kelulusan Sekolah Dasar? Dari sini kita diberikan gambaran bahwa pendidikan itu sangat penting untuk menjadi penunjang kehidupan kita, entah itu penddikan formal atau non formal, karena dengan pendidikan yang dia miliki, dia hanya bisa bekerja sebagai seorang pemutar proyektor selama puluhan tahun. Makanya Alfredo selalu memberikan pengertian pada Toto bahwa sebagai pemutar proyektor bukanlah pekerjaan yang sesungguhnya. Dan yang paling membuat saya terharu dari film ini (bahkan saya benar-benar sedih hingga menangis ketika mengetahui endingnya) yakni apapun yang terjadi di antara kita, janganlah pernah melupakan kenangan di masa lalu terutama saat kita bersama dengan seseorang yang berarti dan berjasa buat kehidupan kita (seperti saat Toto memutar gulungan film yang sudah sekian lama Alfredo simpan untuk Toto bagian ending, itu sungguh menyentuh. Bahwa orang yang sudah kita tinggalkan 30 tahun lamanya ternyata masih mengingat hal kecil yang mungkin saja sudah Toto lupakan). Satu lagi, meskipun ini merupakan film keluaran tahun 1988, tapi tak pernah lekang oleh waktu, masih memukau karena film ini pembuatannya sangat bagus. Buat saya pribadi, film ini berhasil membuat banyak renungan untuk tetap selalu bersyukur dan berbuat lebih baik lagi dalam banyak hal. Pesan yang dibawakan oleh film ini memang cukup memukul sisi manusiawi kita. 

Secara personal film ini benar-benar sangat berkesan buat saya karena banyak mengajarkan banyak hal terutama tentang ikatan bathin, persahabatan, dan tentunya ketulusan. 

Note : Film ini tidak secara keseluruhan murni berdasarkan kisah nyata, namun menurut sang sutradara bahwa film ini memang benar-benar terinspirasi dari masa kecilnya yang tidak jauh beda seperti karakter Toto kecil yang menyukai dunia film dalam cerita tersebut. Jadi bisa dibilang kalau film ini merupakan  film semi oto-biografi. (Cek Fakta Unik Film Cinema Paradiso di sini)

Kutipan Terbaik 

"Apa pun yang akhirnya kamu lakukan, senangilah". 

Trailer




Sumber foto : https://www.winwallpapers.net/
{[['']]}

0 Komentar